Museum Istana Kepresidenan Yogyakarta
Selain menjadi kantor kepresidenan aktif, kompleks Gedung Agung juga menyimpan khazanah seni yang sangat kaya di museum Istana Kepresidenan Yogyakarta. Melalui program pendaftaran kunjungan ISTURA, seluruh pengunjung, keluarga, sekolah, komunitas, instansi, maupun pendaftar individu/perorangan dengan satu koordinator/penanggung jawab dapat menikmati wisata edukasi bernilai sejarah tinggi ini untuk melihat karya seni serta peninggalan bersejarah secara langsung tanpa biaya tiket.
Museum Sebagai Bagian Dari ISTURA
Kompleks Istana Kepresidenan Yogyakarta memiliki tata ruang museum yang memamerkan berbagai koleksi seni rupa dan sejarah kepresidenan. Berkunjung ke museum ini merupakan bagian dari rute perjalanan (tour path) yang disiapkan bagi pengunjung ISTURA.
Pemandu resmi istana akan menceritakan latar belakang setiap objek bersejarah, menjadikan kunjungan ini sarana pembelajaran luar ruangan yang sangat menarik.
Koleksi Seni dan Nilai Sejarah yang Dipamerkan
Museum ini menyimpan berbagai lukisan legendaris karya pelukis ternama Indonesia seperti Raden Saleh, Basoeki Abdullah, Affandi, dan Dullah. Selain lukisan, terdapat pula koleksi patung perunggu bersejarah, keramik hadiah dari berbagai negara sahabat, serta dokumen bersejarah di masa ibu kota RI berada di Yogyakarta.
Pengalaman Edukasi Seni yang Gratis
Mengunjungi museum seni sekelas istana kepresidenan umumnya dibatasi ketat, namun melalui ISTURA, akses ini dibuka sepenuhnya tanpa biaya tiket masuk (kunjungan gratis) untuk mengedukasi generasi muda. Kunjungan ini dapat menjadi pilihan wisata sejarah/edukasi di Jogja. Sekolah (mulai dari jenjang TK, SD, SMP, SMA/SMK), kalangan mahasiswa, ikatan alumni, keluarga, komunitas, maupun masyarakat umum dapat memanfaatkan momen ini untuk mempelajari nilai seni, sejarah, dan budaya kepresidenan secara langsung.
Ketentuan Masuk Area Museum
Demi kelestarian benda-benda seni bernilai tinggi di dalam museum, pengunjung wajib mematuhi aturan ketat yang ditetapkan petugas pemandu:
Pengunjung dilarang menyentuh lukisan, patung, maupun etalase kaca pembungkus keramik antik. Mengambil gambar menggunakan lampu kilat (flash) juga sangat dilarang karena radiasi cahaya dapat merusak pigmen warna lukisan kuno. Pengunjung wajib berjalan tertib di koridor pameran yang telah ditentukan.
Pertanyaan Umum
Apakah kita bisa berkunjung hanya ke museumnya saja?
Tidak. Akses ke museum berada di dalam kawasan tertutup Gedung Agung, sehingga pendaftaran kunjungan (baik individu, keluarga, sekolah, komunitas, maupun instansi) harus diajukan melalui sistem online ISTURA.
Apakah diperbolehkan memotret di dalam ruang museum?
Mengambil foto di beberapa titik pajangan diperbolehkan tanpa menggunakan lampu kilat (flash camera). Patuhi selalu petunjuk dari pemandu istana.
Apakah museum ini cocok untuk kunjungan anak sekolah?
Sangat cocok. Museum ini menjadi media pembelajaran sejarah seni rupa Indonesia yang nyata bagi seluruh jenjang pendidikan mulai dari TK, SD, SMP, SMA/SMK, hingga perguruan tinggi dan alumni.
Berapa lama durasi berkunjung di dalam area museum?
Durasi berkunjung di dalam area pameran museum tidak dibatasi secara kaku dalam satuan menit, melainkan mengalir mengikuti alur panduan petugas atau pemandu istana demi menjaga ketertiban sirkulasi pengunjung.
ISTURA ยท Istana Untuk Rakyat