Istana Kepresidenan Yogyakarta

Sebagai salah satu simbol kedaulatan negara, Istana Kepresidenan Yogyakarta (Gedung Agung) memegang peranan penting dalam perjalanan sejarah kemerdekaan Indonesia. Melalui program ISTURA (Istana Untuk Rakyat), seluruh pengunjung, keluarga, sekolah, komunitas, instansi, maupun pendaftar individu/perorangan dengan satu koordinator/penanggung jawab berkesempatan mengunjungi kawasan istana megah ini secara gratis (kunjungan gratis) dan terorganisir.

Mengenal Istana Kepresidenan Yogyakarta

Indonesia memiliki enam Istana Kepresidenan resmi, dan salah satunya terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta. Istana ini dikenal dengan nama Gedung Agung karena bangunan utamanya yang megah bercorak arsitektur klasik Eropa.

Kawasan istana ini menyimpan koleksi seni bernilai tinggi seperti lukisan mahakarya seniman legendaris Indonesia, patung perunggu, keramik antik, serta peninggalan bersejarah saat presiden pertama RI menetap di kota ini.

Peran Penting dalam Sejarah Bangsa

Kompleks Istana Kepresidenan Yogyakarta menjadi saksi bisu berbagai peristiwa heroik di masa perjuangan. Di sinilah tempat di mana kabinet pemerintahan dipimpin dari pengasingan, tempat lahirnya berbagai kebijakan penting pertahanan negara, serta menjadi lokasi pelantikan Jenderal Soedirman sebagai Panglima Besar TNI.

Melihat Lebih Dekat Melalui ISTURA

ISTURA dirancang sebagai wadah bagi masyarakat umum untuk mengapresiasi sejarah perjuangan bangsa langsung di lokasi kejadian. Dengan mendaftar sebagai pengunjung, keluarga, sekolah, komunitas, instansi, maupun pendaftar individu/perorangan dengan satu koordinator/penanggung jawab, Anda akan dipandu melintasi halaman istana yang bersih, melihat ruang-ruang utama kepresidenan (sesuai izin operasional), dan belajar tentang protokol kepresidenan Indonesia.

Panduan Ringkas Merencanakan Kunjungan

Untuk menjamin keberhasilan kunjungan Anda ke Istana Kepresidenan Yogyakarta, pastikan mengikuti aturan pendaftaran online berikut ini:

Pertama, kumpulkan data peserta kunjungan dan pilih tanggal luang yang disepakati bersama. Kedua, unggah surat permohonan kunjungan (kop surat dan stempel resmi hanya wajib bagi sekolah, instansi, atau organisasi resmi; sedangkan individu, keluarga, atau kelompok non-formal cukup surat permohonan biasa bertanda tangan koordinator/penanggung jawab tanpa kop/stempel). Ketiga, isi formulir online di website ini secara lengkap. Terakhir, pastikan nomor WhatsApp yang didaftarkan aktif untuk menerima konfirmasi masuk.

Pertanyaan Umum

Apakah Istana Kepresidenan Yogyakarta dapat dikunjungi sewaktu-waktu?

Tidak. Kunjungan hanya dapat dilakukan pada jadwal yang telah disepakati melalui pendaftaran online ISTURA dan tidak melayani kunjungan dadakan tanpa reservasi.

Apa perbedaan antara Gedung Agung dengan Istana Kepresidenan Yogyakarta?

Keduanya merujuk pada kompleks tempat yang sama. Gedung Agung adalah nama resmi bangunan istana tersebut, sedangkan Istana Kepresidenan Yogyakarta adalah fungsi administratif kenegaraannya.

Berapa jumlah maksimal anggota rombongan yang diperbolehkan?

Kapasitas standar per slot/kloter adalah 80 orang (nilai ideal agar kunjungan berjalan dengan tertib dan nyaman). Jika jumlah peserta kunjungan lebih dari 80 orang, sistem secara otomatis membantu membaginya ke beberapa kloter selama kuota harian masih tersedia. Namun, jika kelompok/instansi Anda ingin digabungkan lebih dari 80 orang dalam satu kloter, hal tersebut dapat didiskusikan lebih lanjut untuk penyesuaian bersama admin.

Apakah rombongan sekolah harus membayar tiket masuk?

Tidak. Seluruh rombongan sekolah, mahasiswa, maupun masyarakat umum tidak dikenakan biaya tiket masuk (gratis).

Daftar Kunjungan Istana Yogyakarta

ISTURA ยท Istana Untuk Rakyat